Posts Tagged ‘Pendidikan’

Gambar1: facebook

gambar 2: wordpress

Dunia Blog tentu kita sering menjelajahi Dunia blog tersebut,dari wordpress ,Blogspot ,multiply dan lain-lain,tapi satu pertanyaan buat anda ,,,mana yang anda pilih Blog ataukah facebook

Liana Spiegel, seorang anggota IBN  menanyakan pertanyaan yang menarik baru-baru ini. Dia bertanya-tanya apakah dia membutuhkan sebuah blog kalau dia sudah memiliki Page FaceBook. Lagi pula, jika ia dengan cepat dapat menyatukan orang-orang dan menghasilkan penjualan di FaceBook, mengapa menginvestasikan waktu untuk juga mempertahankan blog? Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus, terutama karena itu FaceBook dan tidak interaksi blog (saya belum pernah mengunjungi blog Liana), yang menghasilkan pembelian saya beberapa minggu lalu produk-produknya.
Pertanyaan FaceBook .
(lebih…)

TIDAK LULUS

HISTERIS TAK LULUS UNAS SMP

Tindakan tak terpuji ini tidak patut ditiru Gara-gara tidak lulus Ujian nasional tahun 2009 ,seorang Siswi sebut saja SR dari smp Probolinggo itu menenggak satu gelas Racun Serangga persis waktu sehabis waktu pengumuman Ujian Nasional SMP kemaren ,Sabtu. akhirnya SR tersebut dilarikan ke Rs Wonolangan ,Dringu .sampai senin kemaren ,gadis belia tersebut masih menjalani perawatan,Tapi kondisinya berangsur Membaik Sherly,bude gadis tersebut ,mengatakan bahwa suaminya Robi Iman,sabtu lalu mengambil hasil UNAS,sebab ayah gadis belia tersebut berhalangan hadir .SMPN 2 Dringu diumumkan lewat wali murid .Tapi ,hari itu SR tersebut ikut datang ke sekolahan .Begitu Robi mendapatkan amplop berisi hasil unas ,SR menyambut di depan pintu

(lebih…)

Keong Mas (The Golden Snail)

Prince Raden Putra and Dewi Limaran were husband and wife. They lived in a palace. Prince Raden Putra’s father was the king of the kingdom.
One day, Dewi Limaran was walking around in the palace garden. Suddenly she saw a snail. It was ugly and disgusting.
“Yuck!” said Dewi Limaran and then she threw it away into a river.
She did not know that the snail was actually an old and powerful witch. She could transform herself into anything.
The witch was angry to Dewi Limaran.The witch put a spell on her and changed her into a golden snail. The witch then threw it away into the river

The golden
snail was drifting away in the river and got caught into a net. An old woman was fishing and used her net to catch some fish. She was surprised to see a golden snail in her net. She took it and brought it home.
When the old woman woke up in the morning, she was surprised that the house was in good condition. The floor was mopped. And she also had food on the table.
She was thinking very hard. “Who did this to me? The person is very kind.”
It happened again and again every morning. The old woman was very curious. One night she decided to stay up late. She was peeping from her room to know who cooked for her.
Then, she could not believe what she saw. The golden snail she caught in the river turned into a beautiful woman. The old woman approached her.
“Who are you, young girl?”
“I am Dewi Limaran, Ma’am. A witch cursed me. I can change back as a human only at night, “ explained Dewi Limaran. “The spell can be broken if I hear the melody from the holy gamelan, “continued Dewi Limaran. The old woman then ruhed to the palace. She talked to Prince Raden Putra about her wife. Prince Raden Putra was so happy. He had been looking for his wife everywhere.
He then prayed and meditated. He asked the Gods to give him the holly gamelan. He wanted to break the witch’s spell.
After several days praying and meditating, finally Gods granted his wish. He immediately brought the holy gamelan to the old woman’s house. He played it beautifully. And then amazingly the golden snail turned into the beautiful Dewi Limaran.
The couple was so happy that they could be together again. They also thanked the old woman for her kindness. As s return, they asked her to stay in the palace.

Sumber by : http://Sdewhii.Blogspot.com

mn

jendela dunia di masa depan

  • SMPN 1Sambit adalah sekolah dari desa Campersari kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur . yang mempunyai gelar sekolah berstandard Nasional.Dan sekali lagi perkenalkan nama saya karena bila kita tak kenal ada pepatah bilang “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG “ Nama saya adalah Mahendra Ardi Kurniawan yaitu salah satu siswa dari SMPN 1 Sambit yang berani maju dalam lomba BLOG Yang diadakan oleh IPTEK.

(lebih…)

Saat ini, kita dihadapkan pada arus banjir informasi yang tidak dapat dicegah. Coba lihat, jumlah daftar buku, artikel,koran dan majalah baru yang terbit sepertinya tidak ada habisnya. Konsekuensinya,..hm..anda akan dicap “gagap informasi” kalau memilih tidak mau berurusan dengan informasi baru. Jadi ? Cara yang paling bijak adalah terapkan pola membaca cepat. Dan mulailah melatih dengan kebiasaan baru ini.
Jangan Membaca Per Kata
Tahukah anda bahwa mata kita hanya menangkap informasi ketika berhenti bergerak? Sehingga pada waktu kita membaca, apabila kita merasa mata kita tidak pernah berhenti bergerak sama sekali ketika membaca adalah perasaan yang keliru. Karena sebenarnya ketika membaca, mata kita mengalami beberapa jeda. Yaitu bergerak- stop- membaca-bergerak-stop-membaca dst. Tidak percaya? Anda bisa membuktikan teori ini dengan duduk berhadap-hadapan dengan orang yang menghadap buku dan cobalah perhatikan gerakan mata mereka. Gerakan mata mereka pasti memiliki pola yang sama dengan teori diatas. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kunci membaca cepat adalah meminimumkan jumlah gerakan mata berhenti dan pada saat yang sama memaksimumkan jumlah kata yang terbaca dalam setiap satu putaran gerakan mata.