Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Posted: September 1, 2009 in Uncategorized

Iklan

MY ALBUM

Posted: Agustus 22, 2009 in Uncategorized

Elsa Surya, Sutradra Sinetron

 Sinetron  kita  makin  semarak, setidaknya   dilihat   dari  jumalah produksi.  Tentu    perkembangan ini menarik disimak di tangan lesunya pasar film kita.  Tapi secara kualitas tidak  sedikit  sinetron  kita  yang  mutunya  kurang  bagus,  kata Elsa surya  yang  ditemui ketika syuting sinetron yang berjudul PIL DAN WIL  yang rencananya akan I tayangkan di Indosiar . Skenarionya    ditulis Edy Suhendro dan diproduki PT . Idola Film di Yogya.

della-puspita-3

Gambar 1. : Artis Jaman Sekarang

 

Karena  itu,  Elsa  menghimbau  agar  para  sineas  kita  bisa  bekerja  secara  maksimal.  Sehingga  menghasilkan  karya  yang  benar-benar  berkualitas.  “Karena  saya  melihat  ada  sebagian  sineas  kita  yang  hanya  sekedar  memanfaatkan  peluang,  tanpa  diimbangi  dengan  kemampuan  yang  memadai.  Akibatnya,  apresiasi   masyarakat  terhadap  sintron  kita makin  berkurang”, Kata sutradara yang pernah meraih Juara II Sayembara Penulisan Skenario Nasional yang diselenggarakan TVRI ini.

 Di sisi lain, ada sebagian yang menjadi sutradra Sekaligus produser . Tapi kalau bicara soal kemampuan Nanti dulu, katanya . Karena jika orang menjadi sutradra Hanya karena punya uang, memiliki modal, itu kadangHanya memaksakan diri. Sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan , lanjut Elsa

bunga

Gambar 2 : Artis jaman sekarang

 

 

Kecuali itu , bagian  yang  tidak  kalah  pentig  yang  harus  dipikirkan  sutrdara  adalah  melakukan  kerja  sama  yang  harmonia  dengan  seluruh  kru.  Jika  ada sesuatu  masalah ,  harus dibicarakan . Juga diantara kru yang satu dengan yang lain harus saling menghormati .  Karena  kalau  sudah  terjadi  bentrok , proses  penggarapan akan terhambat

 

Perlu adanya lembaga sinematografi supaya

Kita tidak kalah dengan sinaes asing

        

Posted: Januari 29, 2009 in Uncategorized

ARTIKEL SENI PATUNG

  • Suku Batak sampai kini masih menjadi objek penelitian yang menarik bagi para peneliti Indonesia maupun asing, karena suku tersebut masih menyimpan kebesaran kesenian megalitik. Namun, dari berbagai kekayaan kesenian tersebut, seni patung primitif Batak ternyata nyaris paling terlupakan.
  • Menurut Drs Daulat Saragi MHum, pengajar Jurusan Seni Rupa FPBS Universitas Negeri Medan (Unimed), selama ini perhatian para peneliti selalu tertuju pada sistem masyarakat, religi, hukum adat, sastra dan musiknya saja, sehingga eksistensi patung primitif Batak terpinggirkan. “Padahal, sebenarnya patung primitif Batak merupakan jenis kesenian yang tahan lama dan sarat makna,” kata Daulat Saragi dalam promosi doktor bidang ilmu filsafat di Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Kamis lalu
  • Menurut promovendus, patung primitif Batak merupakan kekayaan dan simbol suatu peradaban religi masa lalu, yang juga merupakan salah satu artefak budaya material sebagai bukti kebesaran peradaban megalitik Indonesia. Namun, untuk mengetahui pengalaman estetik dan makna simbol patung primitif Batak, harus terlebih dahulu memasuki alam pikiran dan sistem kepercayaan lama masyarakatnya.
  • Daulat Saragi menunjukkan, patung primitif Batak yang masih banyak ditemukan di sekitar Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, bagaikan teks-teks yang ditulis dengan huruf teramat kecil sehingga tidak terbaca. “Maka filsafat sebagai “kaca pembesar” berusaha membaca teks-teks itu agar dipahami. Dengan demikian, makna yang terkandung dalam teks tersebut dapat membongkar ide-ide masyarakatnya lebih dahulu tentang hubungan mereka dengan kosmos,” tuturnya.
  • Disebutkan, prinsip hidup manusia zaman mitis adalah hidup harmoni dengan kosmosnya. Maka, pengetahuan tentang kosmologi kepercayaan mereka menjadi amat utama. “Konsep budaya mitis adalah kesatuan mikrokosmos dan makrokosmos, kesatuan yang imanen dan yang transenden. Kesatuan dunia manusia dengan dunia roh dan dewa,” tuturnya.
  • Masyarakat Batak lama disebutkan selalu menghadirkan patung pada suatu ritus dan menempatkannya pada suatu wilayah suci dan keramat, karena diyakini sebagai simbol atau medium suatu kekuatan yang transenden. Paduan motif antropomorfis dan zoomorfis pada patung “Tunggal Panaluan” dan “Pangulubalang” sangat bersahaja sebagai simbol adanya kekuatan adikodrati yang dipercaya mampu melindungi marga, rumah, desa, dan menolak bala demi kelangsungan kosmis.
  • Lebih lanjut dijelaskan, fungsi patung primitif sebagai pedoman iman menciptakan jarak terhadap realitas. Terdapat pesan yang akan disampaikan lewat patung tersebut, tetapi sungkan untuk diungkapkan langsung sebagaimana maksud sebenarnya. Selalu diciptakan jarak antara manusia dan ide-ide tersebut.
  • Penyambung jarak, menurutnya, dilakukan dengan bentuk-bentuk simbol yang kadang sulit untuk diungkapkan maknanya seperti apa yang dilihat secara kasat mata. “Masyarakatnya menciptakan “sesuatu” dalam bentuk patung, sesuatu yang sakral, punya muna dan magi,” sebutnya.
  • Menurut Daulat Saragi, patung primitif mengandung isyarat bahasa pikiran nenek moyang orang Batak yang harus dibaca sesuai dengan makna semula. “Harus disadari bahwa selama ini generasi muda Batak dan Indonesia umumnya terputus dengan bahasa gambar nenek moyangnya sendiri. Mereka justru lebih memahami bahasa gambar nenek moyang bangsa-bangsa asing,” katanya.
  • Karena itu, lanjut Daulat Saragi, budaya material yang diciptakan berdasarkan ide, filosofi dan religi masyarakat pada masa lalu serta pandangan tentang dunia dan cara berpikirnya, dengan sendirinya telah lewat bersama berlalunya generasi-generasi pendukungnya.
  • Namun, berkat simbol-simbol inilah, dapat dibaca serta dihayati arketip-arketip filosofi masyarakat terdahulu, tentang pandangan mereka akan manusia, dunia, dan Tuhan. “Dengan pemahaman simbol akan diketahui pesan, pikiran, dan filosofi nenek moyang tentang eksistensinya terhadap kosmos. Sehingga, budaya dan filosofi bangsa akan tetap mengakar pada kearifan lokal budaya tradisional,” katanya berharap.
seatedbuddha

gambar 1:Seatedbudha

PENUTUP MUKA

Posted: Januari 23, 2009 in Uncategorized
Tag:,

Seorang guru bertanya kepada muridnya ,”Mengapa ahli bedah harus memakai penutup muka sewaktu melakukan operasi /.

Seorang murid yang paling cantik ,paling seksi dan paling cerdik menjawab,kalau operasinya berantakan atau gagal ,maka si pasien tidak bisa mengenali wajah dokter ahli bedah itu.,pak!”